English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail
Home » , » SKS - Sate Kiloan Sechat Jl. Kartini Bekasi

SKS - Sate Kiloan Sechat Jl. Kartini Bekasi

Written By RizalAbubakar Sidik on Kamis, 19 November 2009 | 08.32

Nikmati Sate Kambing Muda VS Bebek Pedas Gila!



Bekasi, kelanakulner.com
Menyisiri jalan Kartini yang dikenal sebagai salah satu pusat wisata kuliner malam teramai hingga tengah malam, maka beruntung sekali para pengelana seperti saya menemukan tempat makan yang masih tetap buka hingga tengah malam. Tepat di depan hotel Bunga Karang, sebuah rumah makan berkonsep sederhana namun modern masih buka menawarkan makanan khas nusantara seperti sate kambing kiloan dan daging bebek pedas gila.

Penasaran saya melihat spanduk pada plang namanya yang hanya bertuliskan SKS dan diikuti tulisan kecil keterangan yang berarti Sate Kiloan Sechat. Mulanya saya pikir salah tulis, namun setelah bertemu dengan sang pemilik, Bambang Yulianto, akhirnya dijelaskan bahwa Sechat adalah nama orang tuanya, Sechat. Oh gitu toh...

Bambang Yulianto sendiri mengaku bahwa resto sate kambingnya ini baru berdiri baru beberapa bulan, namun saat saya sedang berkunjung makan di RM Nasi Goreng Bakar Mr. Puencheng yang tepat berada di sampingnya, kelanakuliner.com sempat melihat beberapa turis bule yang keluar dari rumah makan sederhana sate kambing itu. Wah, ini baru namanya resto... kalau sampai ada tamu turis asing, artinya banyak sekali kan. Yang jelas karena posisinya tepat di depan hotel Bunga Karang, saya dapat pastikan bahwa kebanyakan pelanggan adalah tamu di hotel kelas melati tersebut.

Bambang Yulianto, lelaki kelahiran Gombong, 28 November 1966 yang berpenampilan awet muda ini memang sedang mencari bentuk konsep rumah makan yang pas. Bila awalnya dia mempunyai teman seorang pemilik dan pengelola RM PSK (Paket Sate Kiloan) terkenal di daerah Cibubur dan Cikeas dimana RI-1 alias presiden pernah berkunjung ke sana, maka Bambang pun berkeinginan untuk mendirikan rumah makan yang serupa di wilayah Kota Bekasi. Bermodalkan dana secukupnya tak lebih dari 10 juta dia memulai usaha kuliner dengan sajian sate kambing kiloan. Malaikat keberuntungan rupanya sedang hadir ke RM makan sate kambing yang diberi nama SKS ini, kebetulan para tamu hotel Bunga Karang yang ada tepat di depan rumah makannya sering keluar malam mencari makan. Rupanya harumnya bau bakaran sate kambing mudanya mengundang mereka untuk datang. Ya wajar saja, sepertinya mungkin sate kambing saja lah yang akrab dan dekat dengan citarasa selera orang bule serta tamu hotel lainnya, sate kambing kan sangat mirip dengan barbeque ala barat, hanya saja daging sate jauh lebih kecil potongannya.

Tapi melihat dan menikmati sate kambing muda di SKS Anda jangan salah kira, karena dalam seporsi sate yang disajikan di SKS hanya disajikan 4 tusuk sate kambing muda yang ukurannya sangat besar dibandingkan sate pada umumnya. Mungkin karena itulah para tamu hotel yang kebetulan orang asing sangat suka dan lebih memilih tempat itu sebagai tempat makan mereka. Pas dengan lidah dan rasanya serta paling dekat dengan gaya hidup dan kebiasaan makan mereka dan menurut saya ini adalah keberuntungan bagu mas Bambang, ayah dari dua anak ini.

"Sebenarnya saya sendiri sedang mencari konsep makanan yang bisa saya jadikan unggulan di rumah makan sederhana saya ini," akunya kepada kelanakuliner.com "Karena memenuhi beberapa saran dan permintaan pelanggan yang tidak suka dengan masakan sate kambing, maka saya memilih bebek sebagai alternatif buat pelanggan. Kebetulan saya suka sekali dengan masakan khas Madura yang berupa Bebek Panggang atau Goreng dengan bumbu sangat pedas. Itulah sebabnya saya coba kombinasi sajian utama kami dengan Bebek Pedas Gila," ungkapnya sambil menawarkan bebek pedasnya yang benar-benar gila pedasnya.

Bayangkan saja, bahan utama sambel pedasnya adalah setumpuk cabe rawit dan beberapa potong cabe merah. Memang tampilannya merah, tapi rasanya luar biasa pedas buat ukuran saya. Pedasnya Gilaaaaaaaaa! itu komentar saya buat bebek pedasnya itu. --- Padahal mas Bambang adalah asli Gombong, Jawa Tengah namun masalah bumbu sepertinya dia berusaha agar tak kalah dengan racikan khas bumbu Madura maupun Surabaya.--- saya mengacungkan jempol untuk itu.

Lalu bagaimana dengan sate kambing mudanya? Ya belum kelanakuliner coba lah! Ternyata begitu empuk dan rasa lada nya begitu kuat di sanping bumbu kecap manisnya yang gurih. Seolah saya sedang makan steak barbeque ala Amrik lah . Harga per porsinya cuma 15 ribu perak isi 4 tusuk sate yang besar-besar ukurannya. Sedangkan Bebek Pedas Gilanya cuma dipatok Rp. 18.000,- per porsinya sama nasi.

Tapi bila Anda adalah penggemar Sate Kambing Sechat (dimana konsep sehatnya menurut Bambang adalah pengolahan kambing yang diambil lemaknya dan hanya dipilih daging kambing mudanya saja, kemudian baru dipanggan untuk siap disajikan) serta dikombinasi dengan masakan Bebek Pedas Gila, maka saya sarangkan segera luncurkan diri Anda ke Jalan Kartini Raya hingga sampai ke Hotel Bunga Karang Bekasi. Tepat di depan hotel tersebut, maka Anda bisa memarkir kendaraan dengan tempat parkir tak terbatas dan bisa langsung memesan sate kiloan kombinasi dengan bebek pedas gilanya yang benar-benar gila. Untuk reservasi hubungi saja mas Bambang di nomor telepon (021) 9132.5662
Sidik Rizal - kelanakuliner.com

5 comments:

Santi Irawati mengatakan...

PSK? Eits! Jangan berburuk sangka dulu. PSK yang ini adalah warung bagi Penggemar Sate Kiloan. Terletak di depan areal Jambore Pramuka, Cibubur, Jawa Barat, warung ini selalu diburu pengunjung. Koki PSK di sini terkenal ahli dalam mengolah daging kambing menjadi menu yang dapat menggoyang lidah.

Warung PSK yang terletak tepat di pinggir pintu masuk tol Cibubur ini sebenarnya tidaklah terlalu besar. Namun demikian, warung ini cukup terkenal bagi para penggemar makanan kambing. Kualitas daging yang segar dipadu kemahiran sang koki mengolahnya menjadi beberapa menu pilihan. Di sini, yang menjadi menu andalan adalah sate kambing, tongseng, dan sop kambing.
psk-02

Sate Kiloan PSK

Keunggulan menu andalan itu terletak pada pemilihan bahan dan teknik memasaknya. Alhasil daging kambing pada sate terasa sangat segar dan empuk. Begitu juga kuah dan daging sop yang tidak lagi terasa aroma kambingnya. Jadi, tak perlu khawatir selera makan Anda akan hilang karena mencium aroma kambing.

Untuk mencicipi ¼ kilogram sate kambing, Anda hanya perlu merogoh kocek Rp 60 ribu saja. Harga ini sudah termasuk sambel kecap (menjadi 12 tusuk), satu porsi sop kambing atau tongseng kambing, satu porsi nasi putih, dan segelas es jeruk atau es jeruk nipis.

Sekedar catatan, menu sop kambing sebaiknya dihindari oleh pengunjung yang memiliki keluhan atau penyakit maag. Salah-salah malah berbahaya buat kesehatan Anda. Sebab bumbu lada sangat terasa pada kuah sop.

Selamat mencoba.

Teks dan foto: Santi Irawati
Santi Irawati adalah mahasiswi jurnalistik di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Jakarta.

Rudi D. Sukmana mengatakan...

Bogor - Dunia persatean tampaknya tak bakal ramai bila belum pernah merasakan serudukan rasa sate kambing yang dijual kiloan ala Sate Kiloan H. Thohir. Sebagai pionir pedagang sate kiloan di daerah Sentul, sate ala H. Thohir ini diyakini memiliki citarasa yang lebih unggul dibanding para pedagang sate kiloan lain yang menjamur di kawasan ini.
Rasa penasaran karena beberapa kali melewati jalan Babakan Madang tanpa mencicipi kelezatan yang sudah terkenal kemana-mana itu, akhirnya pupus sudah. Dengan semangat lapar dan aroma harum daging dibakar, saya pun menyambangi satu dari tiga tempat Sate Kiloan H. Thohir yang ada di kawasan ini, yakni Sate Kiloan H. Thohir 3 yang lokasinya paling dekat dengan gerbang tol Sirkuit Sentul.
Sayangnya pemilik tempat makan itu tidak ada ditempat dan para pegawainya malu untuk diwawancarai. Namun, tak mengurangi niat saya untuk pembuktian rasa.
Dilihat kenyamanan tempatnya, Rumah Makan Sate Kiloan H. Thohir 3 tidak lebih unggul dari tempat-tempat kuliner lain. Kesederhanaan tampak menonjol. Namun pengunjung bisa lesehan dan tiduran di balai-balai yang cukup luas.
Suhu udara yang cukup terik dan banyak debu di sepanjang jalan Babakan Madang pun tak lagi terasa, karena tempat itu dinaungi pohon-pohon besar yang mampu meniup angin semilir. Benar-benar bikin mata jadi mengantuk.
Tak berapa lama menunggu, satu porsi sate kiloan pun terhidang masih mengepul, berikut satu porsi nasi yang juga masih mengepul, disajikan dalam wadah ceting (boboko kecil, red). Tak ayal, piring kosong yang tersedia pun dengan segera penuh oleh nasi dan 10 tusuk sate berbumbu kacang pilihan saya.
Bumbu kacang yang dibuat tempat makan ini memang termasuk kategori luarbiasa. Rajahan kacangnya tidak sehalus bumbu kacang ala sate Madura. Setelah diseruput, bumbu kacang Sate Kiloan H. Thohir, citarasanya lebih cenderung ke arah bumbu kacang sate Betawi yang kental, tapi ada nuansa citarasa bumbu kacang sate Cicurug yang lebih encer.
Potongan daging kambing yang disajikan pun tidak terlalu kecil. Kira-kira seukuran buku ibu jari. Yang istimewa, daging kambingnya dibakar cukup matang, sehingga bau kambing masih terasa meski tidak membuat amis. Benar-benar sate kambing.
Cukup sulit melakukan analisa rasa Sate Kiloan H. Thohir sementara rasa lapar keburu minta segera dituntaskan. Alhasil, hanya dalam waktu sebentar seporsi menu sate ini ludes tandas dan berpindah ke dalam perut.
Sate Kiloan H. Thohir memang layak menjadi satu tempat favorit wisata kuliner dunia persatean. Meski telah habis, sensasi rasa satenya masih tersisa mengiringi air es teh manis yang saya seruput perlahan.

Sate Kiloan Empuk mengatakan...

Akhir-akhir ini banyak sekali penyakit menyeramkan muncul akibat dari pola makan yang salah, yang menjadikan makanan hanya sebagai penghilang rasa lapar dan pemberi kenikmatan sesaat, tanpa mempedulikan kandungan dan kehalalannya.

Saatnya makan tidak untuk sekedar kenyang….

RM. SKE hadir sebagai partner Makanan Sehat

Godrell mengatakan...

Jangan salah tafsir membaca judul tulisan ini, maksud kata “kiloan” di sini bukan berarti makan sate berkilo-kilo banyaknya, tapi makan sate dengan terlebih dahulu dagingnya ditimbang sebelum ditusuk-tusuk kemudian dibakar dan disajikan.



Mungkin bagi sebagian besar orang kenyataan itu merupakan hal yang aneh, pada umumnya orang membeli sate ya dalam hitungan tusuk, apa satu kodi, setengah kodi atau berapa sesuai dengan keinginan. Si penjual sate juga menyediakan barang daganganya sudah dalam keadaan siap bakar, artinya daging kambing atau ayam sudah dalam keadaan tertusuk sehingga begitu ada pesanan langsung saja dibakar dan disajikan .



Barangkali satu-satunya menu Sate “kiloan” hanya terdapat di desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Kecamatan ini merupakan wilayan Kabupaten Banyumas paling barat, dapat dijangkau melalui Paguyangan di sebelah utara, jika anda dari arah selatan datanglah ke Gumelar melalui Lumbir, jika dari arah timur, bisa melalui Ajibarang Kracak, atau Karang Bawang- Gumelar, bisa juga melalui Pekuncen – Gancang- Gumelar. Semua jalur transportasi itu cukup bagus kecuali yang dari Paguyangan-Gumelar, jalur transportasi ini dari dulu hingga sekarang kondisinya parah terus, maklum mungkin karena diperbatasan antara Kabupaten Banyumas dengan Kabupaten Brebes terdapat perkebunan coklat milik PT. RUMPUN ANTAN, sehingga Pemda enggan membangun ruas jalan ini .



Siapapun yang datang ke Gumelar belum lengkap jika belum menikmati sate “Kiloan” ini. Para pejabat di Kabupaten Banyumas yang melakukan kunjungan kerja dari dulu pasti selalu disuguhi menu ini oleh pejabat di tingkat kecamatan. Oleh karenanya maka menu sate “kiloan” sangat dikenal oleh para pejabat di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas.



Pada dasarnya bumbu sate ini tidak jauh berbeda dengan bumbu sate-sate di daerah lain, tapi karena daging kambing yang dijadikan sate berasal dari kambing muda yang benar-benar sehat dan cara memotongnya juga menggunakan teknik tertentu yang dapat menghilangkan bau khas Kambing(prengus), serta membuat daging menjadi empuk, makanya sate kambing “kiloan” ala Gumelar memiliki rasa gurih yang khas.



Ingin mencoba ?

Datanglah ke Gumelar, silahkan mampir di Warung sate kemudian pesan 2 Ons, setengah kilo, apa satu kilo. Setelah daging ditimbang sesuai pesanan, tunggu sampai selesai dibakar kemudian disajikan. Sambil menunggu pesanan datang silahkan nikmati Calung Banyumasan.



Jan Nylekamin temenan.

Teh Susu dot com mengatakan...

Sabtu kali ini, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Sentul. Mencari PSK. Sudah dengar dari mereka yang pernah mencicipi, tapi kalau belom mencoba sendiri, masih belon percaya. Jadi, sekitar jam satu siang, di tengah terik panasnya Jakarta, mobil sudah melunjur santai (kata lain dari berjalan terlalu pelan karena macet) di sepanjang jalan menuju tol Jagorawi.

Masuk tol, arus kendaraan di dalam tol tidak begitu macet, tapi juga tidak bisa dikatakan lengang. Boleh dikatakan perjalanan yang kami tempuh terlalu lama, dan sempat mengalami ngantuk -– eips..!! tapi langsung melek begitu membaca spanduk besar di pinggir jalan “NGANTUK DILARANG DI JALAN TOL!”. Wadoh, langsung celingak celinguk, ada mobil patroli polisi gak ya? Yeah, but demi psk gpp lah semua kesusahan ini. Sudah kadung terbayang siy.

PSK yang kami cari ada di dalam Sentul City, kawasan “kota pegunungan” yang ada di sebelah timur kota Bogor. Dibangun sebagai tempat hunian dan sekaligus pariwisata. Di Sentul City terdapat berbagai fasilitas publik seperti Bellanova Country Mall, Sekolah Pelita Harapan, KB/TK/SDS TARUNA BANGSA, Sentul Wonderland Outbound Kids, tempat olah raga, dan lain-lain.

Inget ya. Kita harus keluar dari pintu tol Sentul Senayan, karena pintu tol itu itu aksesnya langsung ke Sentul City. Begitu keluar, belok ke kiri, jalan lurus saja hingga melewati Bellanove, dan deretan rumah-rumah (kawasan komersial). Katanya sih, rumah-rumah itu dibuat berdasarkan tema klaster masing-masing, seperti Taman Yunani, England Park, Bali Hill, dan lain-lain. Tapi kalau di mata saya siy terlihat agak aneh, mungkin karena warna-warni ngejreng begitu.



Lebih kurang 15 menit kemudian, kami menemukan direction board yang menunjukkan arah menuju ke Sekolah Pelita Harapan. Ada pekerjaan penggalian jalan sehingga debu-debu beterbangan dimana-mana. *ck ck..*

Di sebuah warung sederhana, pas di depan sekolah tersebut, ada papan nama besar bertuliskan PSK (Penggemar Sate Kiloan), kamipun berhenti. Finally.

Ya. PSK ini warung makan, yang menyediakan hidangan spesialnya yaitu KAMBING. :D

Duduk, pelayan datang, langsung pesan. Laper bok, jadi ga usah lama-lama lah. Lagian juga udah tahu yang mau dipesan apaan. Tak lama kemudian, warung semakin ramai. Bikers, om-om, pasangan muda mudi. Syukurlah udah duluan tiba, kalo gak kebayang lamanya pesanan baru datang.

Kami pesan setengah kilo sate kambing dan sop kambing. Begitu pesanan datang, walah… banyak banged! Dagingnya gede-gede, dan 24 tusuk sate itu benar-benar mengundang selera. Sop kambingnya juga begitu, bener-bener hanya daging kambing, gak sayur sop, tomat, or dedaunan lainnya. Wahhh… bener-bener dipaksa makan kambing doang, nie.. *kolesterol tinggi tuing tuing*

Nah, sebagai penutup, ada es doger murah meriah seharga Rp.2500 yang segar banged.

Ini nih foto-fotonya :

Sop Kambing Sate Kambing 1/4 Kg



Kalo kamu memang doyan hidangan kambing, berjuanglah untuk sampai ke PSK ini. Gpp deh macet-macet dikit, tapi kepuasannya itu loh..

Ini alamat lengkapnya, sapa tahu mau pesan delivery. Jl. Raya Babakan Madang No. 2 Bukit Sentul Bogor (depan Sekolah Pelita Harapan).

Oh ya! Mereka juga menyediakan kambing guling dengan harga Rp. 450rb. Kali aja pada mau buat party-party ngebir sambil nge-guling…. :p~

PSK

Popularity: 20%

Weblink Terkait Dengan Profil Usaha

BeritaTerkini

Follow by Email

FORMULIR MITRA WARALABA

Klik di sini untuk pengisian formulir kemitraan usaha waralaba

Chat Box dengan Kami

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. . profil usaha . - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger