English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail
Home » » Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66 Alun-Alun Kota Bekasi

Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66 Alun-Alun Kota Bekasi

Written By RizalAbubakar Sidik on Selasa, 20 Oktober 2009 | 04.28

LEBIH NIKMAT DARIPADA YANG DI BANDUNG dan ASLI DI TANGAN AHLI


Bekasi, Alun-Alun Kota Bekasi, kelanakuliner.com
Di dekat Polres Metro Kota Bekasi, ada tempat makan dan nongkrong yang enak dan nyaman, namanya Bakso Malang Asli "CAK TIO" Veteran 66. Bukan saja tempatnya yang luas namun juga akses menuju tempat itu sangat mudah. Nggak usah ditanya, semua orang yang ada di Kota Bekasi kebanyakan tahu dimana letaknya Bakso Malang Asli Cak Tio dekat Polres Metro Kota Bekasi ini.

Uniknya lagi adalah keberaniannya berpromosi dengan tagline yang unik dan berani, yakni "LEBIH NIKMAT DARIPADA YANG DI BANDUNG" di samping tagline utama ASLI di Tangan AHLI. Hal ini memang bisa dibuktikannya dengan sajiannya yang istimewa, terutama di bumbu saosnya yang memang asli didatangkan dari Malang dan tak bisa digantikan dengan saos dari tempat lain. Sebegitu kuatkah pengaruh saos bumbu aslinya....?




Ternyata tidak hanya itu, menurut Cak Tio yang bernama asli Setiono ini, pangalaman selama bertahun-tahun ikut dengan mantan bosnya yang juga berdagang sejenis, Bakso Malang Cacak, dirinya mengakui mendapatkan banyak pelajaran berharga mulai dari kualitas sajian, pelayanan dan manajemen usaha bakso malang itu sendiri. kalau dulu dia tak digaji selama tiga bulan pertama bekerja di tempat bosnya yang begitu dia hormati, Cak Tio lelaki kelahiran 11 April 1968 ini mengungkapkan, "Saya memang menawarkan diri untuk bisa bekerja tak minta gaji asal makanannya terjamin setiap harinya", jelasnya bernostalgia. Hingga bulan ke empat dia diberi bayaran Rp. 60.000,- sementara upah minimal karyawan yang ada di warung Bakso Malang Cacak itu setidaknya Rp. 75.000,-, namun Cak Tio tak mengeluh, karena tekadnya sudah bulat untuk belajar dan berdagang di kemudian hari.


Setelah melewati proses belajar membuat, melayani dan terkadang secxara langsung diajari cara membuat bakso dan lainnya oleh Cacak yang bergaya manajemen seperti militer ini. Walaupun dengan gaji kini hanya Rp. 60.000,- Cak Tio mengaku bisa mendapatkan uang lebih dari sekadar makan dan gaji kotornya itu, yakni uang tips dari pelanggan. Tak heran hanya dengan bermodalkan pelayanan yang ramah dan keinginan agar pelanggan puas, apapun dia lakukan, mulai dari mengelap meja yang hendak diduduki dengan kain yang selalu tersampir di saku celananya, memberikan salam dan senyuman yang siap membantu serta mendatangi pelanggan dengan keramahtamahan ala Jawa nya, sehingga Cak Tio muda ini selalu mendapatkan uang tips yang lumayan besar.



Pengalamannya sebagai pelayan, bagian produksi dan terakhir ketika bagian pembelanjaan terutama saat sopir sang bos berhenti kerja, tanpa banyak fikir lagi dia menawarkan dirinya untuk mengisi posisi sebagai sopir, apalagi dengan gaji Rp.175.000,- per bulan adalah gaji yang terbesar dari seluruh karyawan yang ada. Sang bos pun merasa kebetulan sekali dan tak mau rugi, Cak Tio mendapatkan pekerjaan sebagai sopir asal beban pekerjaannya bisa ditambah di luar tugas utamanya sebagai sopir. Mulai dari menjemput anak istrinya bepergian, sampai mengaudit penjualan minuman botol di setiap cabang warung yang berjumlah 11 cabang itu.

Ternyata beratnya pekerjaan sebagai sopir tak sebanding dengan perolehan, apalagi setelah dia meminta izin bos untuk menikah dan memboyong istrinya ke tempat tinggal sang bos serta mengajak istrinya juga bekerja di tempat yang sama. Baru bekerja 2 bulan sang istri sudah hamil, akhirnya dia berhenti bekerja dan kembali Cak Tio harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi persiapan kelahiran anaknya.


Beban semakin besar penghasilan tidak lebih besar, kalau dulu sewaktu jadi pelayan dia bisa mengandalkan uang tips, kini jadi sopir dan juru belanja, tak bisa lagi mendapatkan kelebihan tambahan di luar gaji kotornya. Dia pun akhirnya memberanikan diri untuk buka usaha sendiri, tentunya setelah dia merasa yakin bisa buka usaha sendiri dan menjalankannya sendiri. Keputusan sudah bulat, akhirnya sebagai langkah awal dia membuka usaha di sekitar daerah usaha bosnya. Sayang tak berapa lama, akhirnya sang bos tahu, bahkan dia didatangi dan disarankan tidak membuka usaha di dekatnya.


Karena penghormatannya kepada sang bos, dan dia merasa bersyukur telah mendapatkan banyak pelajaran dari sang bos, Cak Tio pindah ke Kota Bekasi dan memulai usaha baru di awal tahun 1991 dengan membuka gerai warung Bakso Malang Asli merk Cak Tio. Singkat cerita, perjalanan usaha dagangnya lumayan berkembang hingga lebih dari 3 cabang dia mulai buka dan kelola sendiri beserta keluarganya dari kampung.. Tapi tak berlalu lama, seperti nama usahanya,  "Malang tak dapat ditolak, Untung tak dapat diraih", saat kejadian kerusuhan di tahun 1998, beberapa warungnya jadi korban penjarahan. Jatuh bangun berulang kali ini semakin menempa dirinya dan Cak Tio kembali hendak bangkit membangun usahanya yang porak poranda karena situasi politik itu.



Walau tak dimulai dari awal, namun bermodalkan tempat dan lahan saja tak cukup, dia membutuhkan modal tambahan untuk pengembangan usaha. Baginya hal yang terpenting saat itu adalah kualitas rasa. Semakin hari dia semakin perketat produksi, mulai dari pembelanjaaan bahan pokok daging sapi hingga proses produksi bakso dan lainnya, sehingga terkadang dia dianggap terlalu keras terhadap anak buahnya. Cak Tio tetap maju dengan menanamkan semangat kerja yang lebih tinggi mencontoh dari perjalanan hidupnya yang keras. Kini dia tinggal menikmati hasilnya. Satu per satu cabang usaha warungnya meningkat hasilnya seiring dengan bertambahnya pelanggan yang mulai mengakui betapa nikmat dan lezatnya bakso malang asli olahan tangannya itu.


Untuk memperkuat merk, Cak Tio mulai mendekorasi dan melakukan pemasaran produk bersama beberapa koleganya. Memasang merk Bakso Malang Asli "Cak Tio" Veteran 66 untuk cabang utamanya, Cak Tio mendapat semangat baru. Kata-kata Lebih baik daripada yang di Bandung sebagai semangat baru usahanya.

Gak percaya dengan kata-katanya? Padahal banyak lho dari pelanggannya yang pernah menikmati bakso malang yang ada di mall-mall dan terkenal dari Bandung, ternyata dibandingkan dengan bakso malang olehannya jauh habis masalah rasa. Kalau Bakso Malang Asli Cak Tio, Mahal harga, gak ada cerita!

Masalah kesejahteraan karyawan bagi Cak Tio adalah hal yang utama. Lelaki beranak dua ini menambahkan bahwa kesejahteraan karyawan adalah hal terpenting untuk meningkatkan keberkahan usaha. Dirinya mengakui terkadang di luar gaji yang mereka dapatkan dia menambahkan uang di luar amplop yang pastinya akan menambah semangat dan motivasi bekerja. Terutama buat mereka yang berprestasi, sehingga secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas pelayanan mereka terhadap pelanggan. Semakin pelanggan terpuaskan maka semakin baik lah citra Bakso Malang Asli Cak Tio di mata pelanggan. "Yang seperti ini saya dapatkan ketika saya masih bekerja dulu, dimana saat saya memberikan pelayanan lebih dan khusus, pelanggan tidak jarang yang memberi saya uang tips karena puas dengan servis yang saya berikan," akunya mengenang masa kerjanya dulu.


Tertarik mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar makan bakso Malang asli? Kunjungi dan hubungi Bakso Malang Asli Veteran 66 Cak Tio atau mau order pesanan dan reservasi tempat ditelpon saja pada no 0812.9181.453 - (021) 9599.5354

Buruan datang ke sana.... memang rasanya JAUH LEBIH DARIPADA YANG DI BANDUNG.... hehehehe!
Sidik Rizal - kelanakuliner.com

0 comments:

Weblink Terkait Dengan Profil Usaha

BeritaTerkini

Follow by Email

FORMULIR MITRA WARALABA

Klik di sini untuk pengisian formulir kemitraan usaha waralaba

Chat Box dengan Kami

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. . profil usaha . - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger